Berita Korporasi

INET: Rights Issue Rp3,2 Triliun Perkuat Fondasi Jaringan Digital Nasional

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melangkah maju dengan aksi korporasi strategis berupa rights issue berskala besar. Langkah ini menandai komitmen perseroan dalam mengakselerasi ekspansi infrastruktur digital di Indonesia, menawarkan peluang investasi signifikan bagi para pemegang saham dan calon investor.

Persetujuan OJK dan Jadwal Penting Aksi Korporasi

Kabar baik datang bagi investor INET. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah memberikan pernyataan efektif atas rencana rights issue INET pada 22 Desember 2025. Persetujuan ini membuka jalan bagi perseroan untuk merealisasikan rencana ambisiusnya.

Para investor perlu mencatat jadwal penting berikut untuk partisipasi optimal:

  • Cum Rights di Pasar Reguler dan Negosiasi: 2 Januari 2026
  • Periode Perdagangan dan Pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD): 8 Januari – 22 Januari 2026

Pastikan Anda memahami tanggal-tanggal ini untuk memaksimalkan potensi investasi Anda dalam aksi korporasi INET.

Detail Rights Issue: Skema, Dana, dan Dampak Potensial

Aksi korporasi ini dirancang untuk menghimpun modal guna mendukung pertumbuhan bisnis inti INET. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 12,8 miliar saham baru.

Potensi Dana Jumbo dan Utilisasi Strategis

Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 per lembar saham, INET berpotensi meraup dana segar hingga Rp3,2 triliun. Dana ini akan menjadi katalisator penting bagi strategi ekspansi perseroan, berfokus pada tiga pilar utama:

  • Ekspansi Jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH): INET akan mengalokasikan dana untuk pengembangan jaringan FTTH ke 2 juta homepass di wilayah strategis Pulau Bali dan Lombok. Ini merupakan langkah krusial dalam memenuhi permintaan konektivitas internet berkecepatan tinggi yang terus meningkat di destinasi pariwisata dan ekonomi yang vital.

  • Pelunasan Biaya Indefeasible Right of Use (IRU): Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk pelunasan biaya IRU jaringan kabel bawah laut. Investasi ini esensial untuk memperkuat tulang punggung infrastruktur digital nasional dan memastikan konektivitas yang stabil serta andal.

  • Modal Kerja Perseroan: Dana tersisa akan digunakan sebagai modal kerja, mendukung operasional sehari-hari dan fleksibilitas finansial untuk pengembangan bisnis lebih lanjut.

Rasio Konversi dan Efek Dilusi

Dalam rights issue ini, setiap 3 saham lama akan memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli 4 saham baru. Skema ini, meskipun berpotensi menghasilkan efek dilusi hingga 57,14%, diproyeksikan akan memberikan fondasi finansial yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Waran Sebagai Pelengkap Daya Tarik Investasi

Selain penerbitan saham baru, rights issue INET juga akan disertai dengan penerbitan waran. Perseroan akan menerbitkan hingga 2,3 miliar lembar waran, dengan rasio 50:9 (setiap 50 saham baru akan disertai dengan 9 waran).

Harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp300 per lembar. Waran ini akan memiliki periode pelaksanaan yang cukup panjang, yaitu dari 13 Juli 2026 hingga 13 Juli 2028, memberikan fleksibilitas bagi investor untuk mengambil keputusan strategis di masa mendatang.

Komitmen Pengendali: Sinyal Keyakinan Investor

Kehadiran PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, selaku pemegang saham pengendali INET, sebagai pembeli siaga (standby buyer) merupakan sinyal positif yang kuat. PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dan siap menyerap sisa saham yang tidak terserap oleh investor lain.

Ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari pihak pengendali terhadap prospek bisnis INET dan keberhasilan aksi korporasi ini.

Mengapa INET Layak Dicermati Investor?

Aksi korporasi ini bukan sekadar pengumpulan dana biasa. Ini adalah sebuah langkah transformatif yang akan memperkuat posisi INET di industri infrastruktur digital yang berkembang pesat. Dengan fokus pada pengembangan FTTH dan penguatan jaringan kabel bawah laut, INET menempatkan dirinya di garis depan revolusi digital Indonesia.

Para investor yang mencari peluang pertumbuhan di sektor teknologi dan telekomunikasi, terutama yang berkaitan dengan konektivitas berkecepatan tinggi, patut mencermati perkembangan INET. Rights issue ini bukan hanya tentang penambahan modal, tetapi tentang membangun masa depan digital yang lebih kuat dan inklusif. Ambil kesempatan ini untuk menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan INET.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *